Padang Pariaman, Sumbar– Polda Sumbar menunjukkan kepedulian kemanusiaan dalam penanganan korban bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Padang Panjang.
Tim Disaster Victim Identification Biddokkes Polda Sumbar tak hanya melakukan identifikasi jenazah, tetapi juga mengawal pemulangan hingga proses pemakaman korban ke rumah duka.
Salah satu korban yang didampingi adalah Ibu Jaruni (68), warga Sungai Sirah, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Almarhumah meninggal dunia akibat tertimbun material longsor saat galodo menerjang kawasan Jembatan Kembar, Padang Panjang, pada akhir November 2025.
Jenazah korban ditemukan pada 14 Desember 2025 dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Padang untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Sumbar.
Setelah identitas dipastikan melalui pencocokan data medis, Polri segera memfasilitasi pemulangan jenazah ke pihak keluarga.
Pengantaran jenazah dipimpin langsung oleh IPTU Edward, MT., S.H., M.H., bersama Bripda Hizrah Alkhairi, melalui jalur darat menuju Kabupaten Padang Pariaman.
Setibanya di rumah duka, Tim DVI bersama personel Polsek Sungai Geringging turut mendampingi seluruh rangkaian prosesi pemakaman hingga selesai di Batu Gadang, Sungai Geringging.
“Pendampingan ini kami lakukan sebagai bentuk pelayanan, empati, dan kepedulian Polri kepada keluarga korban. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, ” ujar perwakilan Tim DVI di lokasi.

Apresiasi disampaikan pihak keluarga korban atas dedikasi dan pelayanan yang diberikan Kepolisian. Pian, anak kandung almarhumah, mengaku sangat terbantu dengan kecepatan identifikasi serta pendampingan selama proses pemulangan dan pemakaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda, Wakapolda, dan seluruh tim. Prosesnya berjalan lancar dan sangat membantu kami di tengah suasana duka, ” ungkapnya.
Langkah ini menegaskan komitmen Polri dalam pelayanan kemanusiaan, tidak hanya berfokus pada identifikasi teknis, tetapi juga hadir memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat yang terdampak bencana.
(Berry)

Dina Syafitri