Padang, Sumbar– Kepolisian Daerah Sumatera Barat kembali menuntaskan proses identifikasi korban bencana banjir bandang. Melalui hasil uji DNA dari Pusdokkes Mabes Polri, tiga jenazah korban berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Penyerahan hasil identifikasi dan jenazah dilakukan langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin di RS Bhayangkara Padang, Kamis (22/1/2026), disaksikan keluarga korban serta perwakilan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.
Dengan bertambahnya tiga korban yang teridentifikasi, jumlah korban bencana yang berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat kini mencapai 226 orang. Sementara total data korban yang tercatat sebanyak 254 orang.
Wakapolda Sumbar menegaskan bahwa proses identifikasi ini merupakan wujud komitmen Polri untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban, meskipun membutuhkan waktu serta ketelitian teknis yang tinggi.
“Komitmen Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda jelas, Polri akan terus berupaya menuntaskan identifikasi seluruh korban. Hari ini kami menyampaikan hasil uji DNA dari Mabes Polri, dengan tambahan tiga jenazah yang telah teridentifikasi, ” ujar Brigjen Pol Solihin.
Adapun tiga korban yang berhasil diidentifikasi masing-masing atas nama Jaruni, warga Lubuk Alung; Dusra Maini, warga Kabupaten Agam; serta Irna Silvia, juga asal Kabupaten Agam.
Wakapolda mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terlibat dalam proses identifikasi. Ia mengibaratkan soliditas tim seperti sapu lidi yang akan kuat jika dikerjakan secara bersama-sama.
“Kita bekerja sebagai satu tim. Jika bersama-sama, kita kuat. Terima kasih kepada Tim DVI dan seluruh pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini, ” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kabiddokkes Polda Sumbar dr. Faisal menjelaskan, kendala utama dalam identifikasi sisa korban saat ini adalah keterbatasan sampel DNA pembanding dari keluarga inti.
“Masih terdapat 28 jenazah atau potongan bagian tubuh yang belum teridentifikasi karena belum adanya sampel DNA pembanding. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor, ” jelasnya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, Polri tidak hanya hadir dalam aspek teknis identifikasi, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Penyerahan dilakukan langsung kepada keluarga agar seluruh proses berjalan lancar dan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan, ” ujarnya.
Dari tiga jenazah yang baru teridentifikasi, jenazah Ibu Jaruni diserahkan kepada anak kandungnya untuk dimakamkan di Lubuk Alung. Sementara dua korban lainnya telah lebih dahulu dimakamkan di TPU Agam setelah teridentifikasi melalui kecocokan DNA dengan anak kandung masing-masing.
Hingga saat ini, Polda Sumbar masih membuka posko antemortem dan pengambilan sampel DNA di RS Bhayangkara Padang guna menuntaskan identifikasi terhadap sisa korban bencana.
(Berry)

Dina Syafitri