Padang, Sumbar– Polda Sumbar mengintensifkan layanan bakti kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir guna mencegah munculnya penyakit pascabencana. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan, puluhan warga mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga aspek kemanusiaan dan pemulihan kesehatan masyarakat.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda, seluruh jajaran dikerahkan untuk membantu pemulihan pascabencana. Melalui Biddokkes, kami memastikan tim medis hadir di titik-titik krusial agar warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera tertangani, ” ujar Kabid humas diruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan bakti kesehatan tersebut dipimpin langsung Plt Kabiddokkes Polda Sumbar AKBP dr. Faisal dan menyasar tiga lokasi dengan total 54 warga terlayani. Rinciannya, 25 warga di Huntara Lubuk Buaya, 11 warga di Posko Air Dingin, dan 18 warga di Posko Lumin.
AKBP dr. Faisal menjelaskan, sebagian besar keluhan kesehatan warga berkaitan dengan dampak lingkungan pascabanjir.
“Keluhan yang paling banyak kami temui berupa demam, batuk, flu, serta penyakit kulit seperti gatal-gatal. Selain itu, ada juga warga yang mengalami diare, gangguan lambung, hingga hipertensi akibat kelelahan dan stres, ” jelasnya.
Menurutnya, selain pemeriksaan dan pengobatan, tim medis juga memberikan vitamin serta edukasi kesehatan kepada warga di lokasi pengungsian.
Sementara itu, Kombes Pol Susmelawati menegaskan bahwa seluruh layanan kesehatan tersebut diberikan secara gratis tanpa syarat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan.
“Kami mengimbau warga segera melapor ke posko kesehatan terdekat apabila merasakan keluhan, sekecil apa pun. Edukasi pola hidup bersih dan sehat juga terus kami sampaikan di lapangan, ” katanya.
Hingga Selasa sore, situasi di ketiga lokasi terpantau kondusif. Polda Sumbar memastikan personel medis tetap disiagakan selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.
(Berry)

Dina Syafitri